Top
Kamis, 26 Desember 2024 | Edukasi

Untuk menjadi inspirasi bagi anak-anak didik, guru harus terus belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan tren terbaru demi pembelajaran yang kreatif dan bermakna. Inilah beberapa kompetensi penting yang perlu dikembangkan atau dikuasai oleh guru di tahun 2025 dan bisa dipelajari saat liburan akhir semester dan liburan Nataru. Baca juga: Tips PENTING untuk Guru PAUD PEMULA di Era Digital: Murid Zaman Now Jadi Senang 1. Pendidikan berbasis integrasi dengan teknologi Banyak aplikasi dan platform edukasi yang memudahkan kinerja guru. Aktivitas yang dulunya terlihat sulit dan membutuhkan waktu lama, bisa dikerjakan lebih mudah dan cepat. Salah satunya, membuat soal atau kuis berbasis gim. Bagaimana caranya? Dalam menu ChatGPT silakan ketik: “10 soal kuis mengenal dunia binatang 2 pilihan jawaban.” Pasti akan keluar 10 soal sesuai permintaan. Soal-soal tersebut bisa di-copy paste ke menu khusus untuk membuat soal di Quizziz. Semua soal akan secara otomatis menjadi gim yang siap dimainkan. Beberapa aplikasi dan platform yang bisa dipelajari secara mandiri adalah Quizziz, Canva, dan Google Classroom. Anda bisa belajar secara autodidak dengan memanfaatkan aneka tutorial di YouTube. Baca juga: Tantangan PAUD Masa Kini agar SIAP BERADAPTASI dengan PERKEMBANGAN TEKNOLOGI | Melatih KREATIVITAS DIGITAL Anak Didik itu PENTING 2. Pemanfaatan gim edukasi Aneka gim edukasi yang bisa dimainkan anak didik banyak tersedia di internet dan aplikasi. Berikut berapa gim menarik untuk anak usia dini antara lain: Marbel TK dan PAUD Funbrain.com Starfall.com Kids.nationalgeographic.com/games Pahami kebutuhan anak didik, dan tingkatkan kemampuan mereka sesuai kebutuhan, dengan mengajak anak bermain gim. 3. Pengembangan kecerdasan emosional Pemanfaatan teknologi sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Agar anak tetap terlatih dalam hidup bersosial dan mengembangkan empatinya, guru perlu mengikuti aneka pelatihan atau seminar, seperti: Teknologi sebagai media pengembang keterampilan sosial anak Membangun social skill melalui aktivitas bermakna Melatih empati anak di era digital Mengembangkan empati anak dalam pembelajaran di sekolah Digital balance: Menyeimbangkan teknologi dan interaksi sosial anak Peran guru dalam membentuk generasi berempati di era digital Bila Anda tidak sempat mengikuti pelatihan atau seminar bertemakan di atas, silakan membaca artikel di internet atau membaca buku. Baca juga: Kenalkan Aneka Emosi ke Anak, Ternyata Manfaatnya Luar Biasa 4. Kreativitas dalam pembelajaran di sekolah Guru bisa mempelajari aneka kreativitas menarik yang bisa diajarkan kepada anak-anak di sekolah melalui platform penyedia video atau foto edukasi, seperti YouTube dan Pinterest. Beberapa tema yang menarik, yakni: Membuat kreasi kolase dari bahan kertas origami Melukis dengan teknik blot painting menggunakan cat air dan kertas lipat. Membuat kreasi origami 3D berbentuk binatang. Membuat kerajinan daur ulang dari bahan limbah botol plastik atau kardus. Membuat dekorasi dinding dengan teknik cetak daun (leaf printing). 5. Kompetensi multikultural Guru bisa mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tentang keberagaman dengan cara: Membaca artikel atau buku dan menonton video edukasi mengenai pendidikan inklusif dan eksplorasi budaya Bergabung dengan kelompok atau forum diskusi edukasi multikultural Menghadiri acara budaya untuk memahami tradisi dan nilai-nilai masyarakat yang berbhineka Belajar bahasa baru agar makin memahami perspektif budaya lain Mengintegrasikan cerita rakyat atau seni dari berbagai budaya ke dalam pembelajaran Menggunakan permainan dan simulasi yang menggambarkan tantangan hidup di berbagai budaya Baca juga: Ajarkan Keberagaman Budaya kepada Anak dengan Riri Cerita Anak Interaktif 6. Mempelajari metode mengajar berpusat pada anak Guru perlu memahami bakat, minat, dan kebutuhan anak didiknya, agar bisa memberi materi pembelajaran yang adaptif sehingga kian termotivasi dan merasa senang saat pembelajaran. Berikut beberapa caranya: Menambah pengetahuan tentang montessori dan pendidikan berbasis proyek Belajar pendekatan Reggio Emilia, untuk memahami pentingnya eksplorasi, dokumentasi, serta pembelajaran berbasis minat anak Mengikuti pelatihan diferensiasi pembelajaran untuk merancang materi yang sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan anak Menerapkan strategi pembelajaran siswa aktif, seperti diskusi kelompok, percobaan sains, atau peragaan drama Mengaplikasikan praktik mindfulness dalam pembelajaran, demi menciptakan lingkungan belajar yang baik dan mendukung kesejahteraan emosional anak. 7. Keterampilan adaptif dengan tren yang sesuai dengan perkembangan zaman Teknologi terus berkembang dan zaman kian maju. Guru perlu memiliki keterampilan adaptif sesuai tren, perkembangan zaman, juga kebutuhan anak didik. Berikut beberapa caranya: Mengikuti komunitas atau forum pendidikan Banyak membaca jurnal ilmiah Mempelajari keterampilan baru yang relevan, seperti coding, desain grafis, atau literasi digital, untuk diterapkan dalam pengajaran Menggunakan media sosial untuk mengikuti tren global di dunia pendidikan, seperti penggunaan AI dalam pembelajaran. Pendidikan adalah kunci, dan guru adalah pintunya. Agar bisa menjadi guru yang inspiratif dan disukai anak-anak, teruslah membuka pintu itu demi menciptakan masa depan generasi penerus bangsa yang lebih cerah. Dengan bersemangat mempelajari kompetensi baru, semoga anak didik makin mampu menemukan jati diri mereka dan bersemangat meraih cita-citanya sesuai bakat mereka. Semoga liburan akhir semester dan liburan Nataru menjadi kian bermakna dan bermanfaat bagi Anda sebagai guru, dan bagi anak-anak didik nantinya. RIRI: Koleksi Cerita Anak Interaktif untuk Membangun Karakter Si Kecil   Sumber referensi: 1. Freepik.com. (2024). People taking part high protocol event [1]2. Rivieradaycare.com. (2024). 5 essential attributes a good kindergarten teacher [2]3. Slideshare.net. (2024). Competencies and professional development needs of kindergarten teachers [3]

Kamis, 14 November 2024 | Edukasi

Bunda PAUD Sahabat Educa, menutup semester 1 dengan optimal dan penuh makna adalah langkah penting bagi guru PAUD. Dalam fase ini, guru sangat berperan bukan hanya sebagai pendidik, tetap juga penilai perkembangan anak dalam berbagai aspek keterampilan (sosial-emosional, kemandirian, kognitif, dan lainnya). Artikel Terkait: Tips Guru Hebat: Menyikapi Perkembangan Teknologi yang Pesat Menjadi Guru yang Inspiratif dan Profesional Era Digital Dengan mengikuti kiat-kiat dalam artikel ini, guru PAUD diharapkan akan semakin optimal dalam menutup semester ganjil, dan bisa semakin kokoh dalam mempersiapkan pembelajaran bagi anak didik di tahap selanjutnya, yaitu semester 2 dan tingkat pendidikan selanjutnya. Berikut adalah beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan oleh Bunda PAUD Sahabat Educa: 1. Membuat Evaluasi Perkembangan Anak Didik Bunda PAUD Sahabat Educa perlu melakukan penilaian perkembangan secara menyeluruh. Berikut ini adalah beberapa aspek penilaian dan cara menilainya: Berikut adalah beberapa aspek penting yang perlu dinilai dalam perkembangan anak PAUD: Aspek Kognitif, berhubungan dengan kemampuan memecahkan masalah sederhana, daya ingat, fokus, dan keterampilan memahami serta mengidentifikasi benda di sekitar. Aspek Motorik, berhubungan dengan motorik halus (menggambar, menulis) dan motorik kasar (berlari, melompat) anak didik. Baca juga: 20 Permainan untuk Menguatkan Motorik Halus Anak PAUD Usia 1 - 2 Tahun Aspek Bahasa, berhubungan dengan kemampuan berbicara, mengungkapkan pendapat, memahami kosakata dasar, dan memahami instruksi. Aspek Sosial-Emosional, berhubungan dengan kemampuan berinteraksi plus bersosialisasi, mengungkapkan perasaan, mengendalikan emosi, dan bekerja dalam kelompok. Aspek Seni dan Kreativitas, berhubungan dengan keterampilan bernyanyi, menari, menggambar, mewarnai, dan mengeksplorasi / memanfaatkan benda / bahan menjadi karya yang unik. Aspek Kemandirian, berhubungan dengan kemampuan menjaga kebersihan diri, merawat diri (kerapian), mentaati aturan, dan mengikuti nasihat. Baca juga: 7 Kiat Mengembangkan Karakter Anak yang Mandiri dan Tangguh 2. Membuat Laporan Perkembangan Bunda PAUD Sahabat Educa, setelah tahap evaluasi selesai, tentu saja langkah berikutnya adalah membuat laporan perkembangan anak didik (raport). Laporan ini tidak hanya berupa angka atau huruf, tapi juga deskripsi singkat tentang pencapaian anak, kemampuan yang telah dikuasai, dan aspek keterampilan yang perlu dikuasai di tahap berikutnya. Berikan catatan atau deskripsi bersifat positif dan memotivasi anak didik yang mudah dipahami orang tua, dan nantinya bisa menjadi pedoman bagi orang tua dan bekerja sama dengan sekolah demi perkembangan anak didik. KABI: Koleksi Animasi Kisah Nabi Pengembang Akhlak Mulia Anak Indonesia   3. Persiapan untuk Semester Genap Agar semester genap atau semester dua bisa berjalan dengan lebih baik dan tidak terkesan “kemrungsung”, Bunda PAUD Sahabat Educa bisa mulai mempersiapkan beberapa hal penting untuk semester berikutnya, yaitu: Modul AjarSiapkan mulai dari modul ajar dalam satu semester, setiap bulan, dan atau setiap minggunya. Dapatkan juga: Kolekso RATUSAN Contoh Modul Ajar dari Educa Studio Bahan AjarAneka bahan ajar mulai dari lembar kerja, alat peraga, mainan edukasi, dan aktivitas kreatif lainnya bisa perlu dipikirkan, didaftar, dan dipersiapkan. Dapatkan juga: GRATIS 100+ LKPD PAUD sebagai Bahan Ajar Menarik Kegiatan MenarikAjak rekan guru lainnya dalam mempersiapkan aneka kegiatan menarik dan membuat program yang visioner. Libatkan pula orang tua anak didik dalam beberapa program. Dapatkan juga: Koleksi KEGIATAN Menarik dan Menyenangkan Anak PAUD Kegiatan Pengembangan GuruAjak rekan guru lainnya pula dalam menyiapkan aneka pelatihan, seminar, dan kegiatan menarik untuk mengembangkan kompetensi guru. 4. Refleksi dan Evaluasi Pembelajaran Bunda PAUD Sahabat Educa juga bisa mengajak rekan guru untuk melakukan refleksi dan evaluasi atas pembelajaran di semester 1 yang telah dijalani dan menemukan beberapa hal yang bisa ditingkatkan. Beberapa masukan dari anak didik dan orang tuanya bisa menjadi “modal” yang berguna bagi perkembangan sekolah dan membuat strategi program di semester berikutnya. Bunda PAUD Sahabat Educa, semoga artikel ini bermanfaat dalam menutup semester 1. Bagaimanapun, setiap langkah yang Anda ambil bersama dengan rekan guru akan menentukan keberhasilan kegiatan pembelajaran di sekolah. Yang penting, jangan lelah untuk terus belajar hal baru! Sumber Referensi:1. Blog.kaplanco.com. (2023). Kindergarten teacher tips [1] 2. Kindergartencafe.org. (2024) Survival guide for new kindergarten teachers [2] 3. Freepik.com. (2023). Happy arab woman hijab portrait smiling girl posing green studio_11648585 [3] 

Rabu, 23 Oktober 2024 | Edukasi

Anak PAUD usia 2-4 tahun, atau usia Kelompok Bermain, adalah suatu fase emas atau golden age. Dalam fase ini, anak didik mulai mengembangkan kemandirian, kreativitas, rasa ingin tahun, dan aneka soft skill. Baca juga: Tips MEMBUAT PROGRAM TAHUNAN PAUD Kurikulum Merdeka 2024: Jadikan PROTA EFEKTIF Kembangkan Segala Aspek KECERDASAN Modul ajar untuk anak di usia dini perlu disusun dirancang secara khusus, demi menstimulasi perkembangan kreativitas, kemandirian, dan aneka soft skills, sehingga bisa memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak usia kelompok bermain. Inilah beberapa poin yang perlu diperhatikan saat membuat modul ajar bagi anak PAUD usia 2-4 tahun. 1. Kegiatan yang Sederhana Kegiatan sederhana, seperti cara merapikan mainan, menali sepatu, merapikan buku, dan lainnya perlu diajarkan secara teoritis dengan bahasa yang mudah dipahami. Lebih dari itu, guru perlu memandu dan membimbing anak didik agar mampu melakukannya melalui pembiasaan sehari-hari. Baca juga: KEGIATAN ANAK yang Sederhana & Termudah DENGAN HANDPHONE | Kembangkan Literasi Digital Bersama Si Kecil Usia 5-6 Tahun 2. Kemandirian Jadi Prioritas Aneka kegiatan perlu difokuskan pada pertumbuhan kemandirian anak didik. Guru perlu memberikan pendampingan bagi anak didik yang memang perlu dibantu secara melekat. Namun, guru juga perlu memahami kapan anak didik perlu melakukannya secara mandiri. KABI: Kisah Teladan Nabi untuk Tumbuhkan Akhlak Anak 3. Bermain untuk Menumbuhkan Kreativitas Dalam Modul Ajar, guru perlu merancang aneka permainan kreatif, seperti bercerita, bermain peran, gerak lagu, dan lainnya. Guru perlu menyediakan aneka peraga agar setiap permainan bisa memicu perkembangan kreativitas anak didik. Variasi kegiatan yang menstimulasi kreativitas anak didik adalah berkegiatan seni rupa dan kerajinan tangan, misalnya menggambar, berkreasi origami, membuat kreasi kolase, dan lainnya. 4. Melibatkan Panca Indera Setiap kegiatan yang dirancang, tidak hanya bertujuan mengembangkan pengetahuan, tapi melatih multisensori anak didik. Beberapa kegiatan seperti bermain air, playdough, dan aneka bahan lainnya perlu diajarkan kepada anak didik agar mendapatkan kesempatan bereksplorasi dengan panca indera mereka. Misalnya, saat anak didik melakukan kegiatan menyentuh buah jeruk dengan mata tertutup, lalu menebak nama buahnya, ia tidak hanya belajar tentang nama buah. Namun, ia juga melatih panca inderanya. Baca juga: Ide PERMAINAN ASYIK untuk Belajar PANCA INDERA | Tema Diriku Anak PAUD Usia 3-4 Tahun 5. Anak Didik Lebih Aktif Kebutuhan setiap anak didik berbeda-beda. Maka, guru perlu menggunakan aneka pendekatan yang berpusat pada anak. Guru bisa merancang aneka kegiatan yang bisa menciptakan suatu pembelajaran dimana anak didik bisa mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dengan cara melakukan. Guru perlu memberikan kesempatan kepada anak didik bisa berkembang sesuai kemampuan, bakat, dan keterampilannya masing-masing. Baca juga: 5 Macam Pembelajaran Siswa Aktif di PAUD 6. Mampu Membangun Disiplin dan Tanggung Jawab Guru bisa mengajak anak didik melakukan pembiasaan yang bisa menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab melalui aktivitas harian, misalnya menyiram tanaman, menjadi ketua kelas, menjadi asisten guru, dan lainnya. Meski unsur pengetahuan perlu dikembangkan setiap hari, tapi kemandirian dan kreativitas anak usia 2-4 tahun adalah hal yang perlu menjadi prioritas. Maka, setiap pembuatan Modul Ajar, guru perlu merancangnya dengan mengacu pada perkembangan kemandirian dan kreativitas, serta melalui kegiatan yang simpel dan bersifat eksploratif, sehingga bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih banyak melakukan dan aktif. LKA PAUD Gratis: Media Belajar Praktis dan Ekonomis Sumber Referensi: 1. Cceionline.com. (2023). Refreshing kindergarten lesson plans and strategies for success-2 [1] 2. Googleadservices.com. (2024). Aclk [2] 3. Freepik.com. (2023). Woman teaching classroom_269071392.htm [3]

Jumat, 18 Oktober 2024 | Edukasi

Modul ajar adalah rencana pembelajaran yang perlu dirancang guru sebelum melakukan pembelajaran. Di dalam Kurikulum Merdeka keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah hal yang utama. Guru adalah fasilitator yang kreatif dalam merancang pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada anak didik. Peran Modul Ajar adalah merancang pembelajaran yang mampu mendorong anak didik agar semakin aktif terlibat dalam pembelajaran dan mampu menciptakan semangat dalam setiap pembelajaran. Artikel Terkait:1. Tips MEMBUAT PROGRAM TAHUNAN PAUD Kurikulum Merdeka 2024: Jadikan PROTA EFEKTIF Kembangkan Segala Aspek KECERDASAN2. Contoh MODUL AJAR MINGGUAN PAUD - TK Topik Anak PHBS Sub Topik MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN | RPPM PAUD Usia 5-6 Tahun Berikut ini adalah tips merancang pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan prinsip Merdeka Belajar dan siswa lebih aktif: 1. Integrasikan Dengan Media Digital Ajak Anak didik untuk semakin terlibat aktif dengan memanfaatkan platform yang paling digemari siswa, yaitu Kahoot dan Quizizz. Guru bisa membuat aneka kuis interaktif dan menyenangkan. Beberapa media digital yang menarik lainnya adalah platform: Educa StudioMenyediakan aneka media belajar lengkap mulai dari gim, dongeng, LKA, dan lainnya. Khan Academy KidsMenyediakan media belajar interaktif dalam pengembangan keterampilan membaca, berhitung, seni, dan lainnya untuk anak usia 2-8 tahun. ABCmouseMenyediakan kurikulum lengkap dan media belajar interaktif berbasis berlangganan. Baca juga: Tantangan PAUD Masa Kini agar SIAP BERADAPTASI dengan PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2024 | Melatih KREATIVITAS DIGITAL Anak Didik itu PENTING 2. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek Pendekatan pembelajaran berbasis proyek mengajak siswa terlibat dalam tugas nyata yang renlevan. Misalnya, siswa bisa membuat poster atau presentasi tentang topik yang sedang dipelajari. Dengan memberikan tanggung jawab, siswa akan merasa lebih termotivasi. Proyek ini juga dapat mengembangkan keterampilan praktis dan kolaborasi. Selain itu, siswa dapat belajar untuk menyelesaikan masalah secara kreatif. Baca juga: Tips Memberikan Kegiatan Berbasis Proyek di Akhir Semester 3. Berpusat pada Anak Tanyakan kepada anak didik tentang materi apa yang ingin mereka pelajari dan metode apa yang ingin mereka gunakan. Lalu, guru mengelola dan merancang pembelajaran sesuai dengan ide-ide anak didik. Saat pembelajaran, tegaskan pada anak didik bahwa pembelajaran yang sedang dilakukan adalah hasil dari ide-ide mereka. Pasti anak didik akan lebih bertanggung jawab untuk mengikutinya dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Baca juga: Kembangkan Karakter Si Kecil bersama KABI (Kisah Teladan Nabi) 4. Kegiatan Multi-Sensori yang Asyik Kegiatan multisensori adalah aneka kegiatan yang melibatkan berbagai indera (penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan pengecapan) secara bersamaan atau bergantian dalam satu kali pembelajaran. Ketika pembelajaran, anak didik akan diajak untuk melakukan aneka kegiatan bervariasi, misalnya: Bermain Pasir Kinetik: Tema Hewan LautAjak anak didik menggali pasir kinetik dengan mata tertutup untuk menemukan aneka mainan berbentuk hewan laut. Saat menemukan “seekor hewan laut”, mintalah anak didik menyebutkan nama hewan tersebut. Mengenal Nama Buah: Dengan Indera Pencium dan PerabaSiapkan potongan buah di dalam mangkuk kecil. Mintalah anak didik mencium setiap potongan buah tersebut dengan mata tertutup, lalu menebak nama buahnya.Setelah itu, ajak pula anak didik untuk menyentuh buah yang masih utuh (dengan mata yang masih tertutup), dan menebak nama buahnya. Baca juga: Aneka KEGIATAN BERMAIN untuk MELATIH SENSORIK Anak: Untuk Persiapan Masuk PAUD / Kelompok Bermain 5. Melakukan Variasi Metode Pengajaran Ada banyak metode pembelajaran yang bisa diberikan kepada anak didik, misalnya bernyanyi, menari, membuat craft, bercerita, dan lainnya. Dalam sekali pembelajaran, guru bisa mengajak anak didik melakukan variasi kegiatan tersebut. RIRI: Cerita Anak Interaktif Pembangun Karakter Anak Indonesia 6. Melibatkan Orang Tua dalam Kegiatan Pembelajaran Ajak anak didik untuk terlibat dalam proses pembelajaran, misalnya membuat kerajinan tangan, bernyanyi bersama orang tua, dan lainnya. Guru juga bisa meminta anak didik untuk mengerjakan kegiatan proyek bersama orang tua di rumah. 7. Refleksi dan Umpan Balik Ajak anak didik untuk melakukan refleksi dengan mengadakan sebuah diskusi sederhana atau dengan membuat sebuah gambar, misalnya saat belajar tentang merawat alam ciptaan Tuhan. Mintalah anak didik menulis 1 hal baik yang akan dilakukan untuk merawat ciptaan Tuhan (misalnya: menyiram tanaman) atau menggambarnya dalam bentuk yang sederhana. Semoga Modul Ajar di atas membantu guru PAUD dalam mengelola pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Anak didik juga akan terfasilitasi sesuai dengan kemampuan, minat, keterampilan, dan bakatnya. Dapatkan LKA PAUD Gratis: Unduh Segera! Sumber Referensi: 1. Mentimeter.com. (2023). Keep students engaged [1] 2. Itali.uq.edu.au. (2023). Teaching practices designing learning activities [2]

Jumat, 14 Juni 2024 | Edukasi

Perkembangan teknologi berlangsaung sangat cepat. Terlebih di tahun 2024 ini. Agar anak didik bisa semakin memahami pemanfaatan teknologi sebagai media belajar, maka kreativitas digital mereka perlu dikembangkan.  Kreativitas digital pada anak usia dini dapat membantu anak mengembangkan aneka kecerdasan dan keterampilannya. Kreativitas digital memungkinkan anak usia dini untuk berpikir secara kreatif, menstimulasi keterampilannya dalam memecahkan masalah, dan mengembangkan kognitifnya. Baca juga: 1. Tips Guru Hebat: Menyikapi Perkembangan Teknologi yang Pesat 2. Mengenal ANAK CERDAS DIGITAL: Arti, Ciri, Cara Mendidik di Tahun 2024 | Untuk Usia 4-6 Tahun 3. Literasi Digital untuk Anak Usia PAUD TERBARU: Pengertian, Manfaat, dan Cara Mengenalkan Kreativitas digital memungkinkan guru dapat melakukan pembelajaran secara interaktif. Anak didik akan semakin bersemangat dan termotivasi saat mengikuti kegiatan belajar di kelas. Di era digital, generasi mudah membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Seorang guru PAUD yang bisa memanfaatkan aneka media digital, akan membantu anak-anak didiknya dalam proses adaptasi ini. Melalui aneka aktivitas di kelas dan kegiatan berbasis proyek yang berbasis teknologi, anak-anak didik juga akan semakin mampu mengembangkan talenta dan ide-ide kreatif mereka. Kembangkan Karakter Islami Anak Didik bersama KABI (Kisah Teladan Nabi)     Penggunaan media digital dalam bidang pendidikan bagi anak usia dini tentu memiliki tantangan tersendiri. Berikut ini adalah beberapa hal penting yang perlu diperhatikan: 1. Kesiapan Infrastruktur Setiap guru perlu memiliki handphone atau laptop yang terbaru, karena beberapa perangkat tidak bisa terkoneksi bila menggunakan perangkat lama. Sekolah juga perlu menyediakan aneka peralatan dan akses internet yang memadai. 2. Konten yang Sesuai Ada banyak konten yang terlihat seperti dibuat untuk anak-anak. Namun, ternyata di dalamnya terkandung unsur-unsur yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia, misalnya adegan kekerasan, kata-kata tidak sopan, dan lainnya, yang terlihat biasa di negara lain, tapi tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak di negara kita. Baca juga:Konten Digital Menarik yang Bisa Dibuat Orang Tua bersama Si Kecil 3. Kolaborasi Antara Media Digital, Aktivitas Fisik, dan Interaksi Sosial Anak-anak didik yang terlalu sering belajar dengan media digital kadang menjadi kurang tertarik dengan aktivitas fisik dan interaksi sosial. Maka, dalam pembelajaran di kelas guru perlu memperhatikan pemanfaatan media digital sebagai sarana mengajar, dan tetap memperhatikan perlunya aktivitas fisik, dan interaksi sosial (guru dan siswa serta siswa dan siswa lainnya) Baca juga: PERMAINAN PAUD TERBARU 2023: Simpel dan Bisa Dilakukan Indoor dan Outdoor 4. Keterampilan Guru Guru perlu keterampilan dalam menguasai aneka software dan platform edukasi. Guru juga perlu tekun berlatih agar bisa memanfaatkan media digital sebagai sarana mengajar yang interaktif, menarik, dan tidak kaku Baca juga: 6 Soft Skill yang Wajib Dimiliki Siswa Agar Mahir Literasi Digital 5. Pelatihan Rutin Sekolah perlu memberikan aneka pelatihan dan workshop secara rutin. Terutama tentang pemanfaatan media digital sebagai sarana mengajar. Baca juga: 22 Tips Guru PAUD 2024: Agar Disukai Anak Didik di Era Digital 6. Persiapan Biaya Sekolah perlu menyediakan biaya tambahan untuk pembelian aneka perangkat baru, biaya penggunaan internet, perawatan aneka peralatan, dan lainnya. Guru PAUD perlu melakukan inovasi pembelajaran agar media digital tetap digunakan. Namun, guru PAUD tetap berusaha mengajar secara luring, memberikan aktivitas fisik, dan memberikan kegiatan belajar yang memungkinkan anak-anak didik tetap berinteraksi sosial. Beberapa contoh kegiatan menarik untuk anak usia dini antara lain: Permainan Digital dengan Gerakan FisikManfaatkan aplikasi permainan digital yang meminta anak-anak didik untuk melakukan aneka gerakan tubuh, misalnya berlari, melompat, melayang, dan lainnya, misalnya permainan yang meminta melakukan gerakan hewan, membuat gerakan mirip huruf “a”, dan lainnya. Gerak dan LaguGuru bisa mengajak anak-anak didiknya untuk melakukan gerakan tarian sesuai dengan apa yang tampak di dalam video lagu. Bermain Tebak-TebakanGuru bisa mengajak anak-anak didik membuat kelompok. Setiap kelompok harus bisa menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang ditampilkan di dalam video. Berburu GambarDengan menggunakan sebuah kamera handphone, anak-anak didik secara berkelompok diminta untuk mengambil gambar aneka macam benda. Nantinya anak-anak didik diminta untuk menjelaskan benda-benda apa saja yang mereka dapatnya. Bercerita Secara InteraktifAnak-anak didik diminta melakukan gerakan dan berekspresi sesuai dengan apa yang diucapkan oleh narator di dalam sebuah video dongeng. Belajar dengan Video Tutorial Bila Anda kesulitan menggambar obyek tertentu, misalnya “ayam”, Anda bisa mengajarkan cara menggambar ayam dengan mengikuti video tutorial menggambar ayam yang tersedia di kanal Youtube. Beberapa contoh video tutorial lainnya adalah tutorial membuat suatu seni kerajinan tangan, tutorial berpuisi, dan lainnya. Baca juga:  Ide KEGIATAN AKHIR SEMESTER & PENGULANGAN MATERI  di Akhir Tahun Ajaran 2024 Pastikan Guru PAUD agar memilih aneka aktivitas yang sesuai dengan perkembangan usia anak-anak. Guru PAUD juga memperhatikan waktu yang mereka habiskan di depan layar. Kombinasi antara media digital, aktivitas fisik, dan interaksi sosial dapat membantu memperkuat keterampilan motorik, kognitif, sosial, dan emosional anak-anak PAUD. Semoga bermanfaat! Sumber Referensi: 1. Educatia21.reviste.ubbcluj.ro. (2023). Developing digital skills through blended learning activities [1] 2. Researchgate.net. (2022). Development of student teachers’ digital competence in teacher education [2] 3. Freepik.com. (2022). Top view mother working with kids [3]

Senin, 01 Januari 2024 | Edukasi

Ada banyak kegiatan edukatif yang bisa dilakukan oleh guru PAUD di saat liburan atau saat awal semester ini. Kegiatan edukatif ini perlu dilakukan sebagai persiapan menghadapi kegiatan pembelajaran di semester baru dan sebagai cara meng - upgrade skill serta kompetensi para guru PAUD agar makin hebat dan siap di semester baru. Ajak Para Siswa Menonton Video RIRI di Bawah Ini. Setelah Itu, Ajak Berdiskusi tentang Aktivitas Liburan Mereka!   Apa saja aktivitas edukatif yang bisa dilakukan oleh para guru PAUD? 1. Menyusun Modul Ajar Membuat Modul Ajar atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah aktivitas yang biasa dilakukan guru saat liburan. Guru merencanakan kurikulum, program sekolah, strategi mengajar, dan aktivitas kelas menarik yang nantinya akan diaplikasikan di semester baru. Baca juga: 5 Tips Mengajar Menyenangkan untuk Anak PAUDPembelajaran PAUD yang Aplikatif dan Efektif. Ini Caranya! 2. Mengikuti Pelatihan Pelatihan yang diikuti biasanya berhubungan dengan pendidikan terkini, misalnya tentang pemanfaatan software terbaru dalam pendidikan atau keterampilan-keterampilan penting yang perlu dikuasai guru di era digital. Beberapa cara mendapatkan informasi tentang pelatihan guru PAUD, Anda bisa mengunjungi situs-situs pusat pendidikan, asosiasi guru PAUD, media sosial PAUD, komunitas online guru, dan lainnya. Simak Terus Portal Educastudio.com. Ada Banyak Event  Webinar Gratis yang Diadakan Secara Rutin 3. Membaca Buku Edukasi Guru perlu membaca buku-buku terbaru tentang pendidikan. Guru PAUD bisa membeli buku tentang pengembangan anak usia dini, metode pengajaran PAUD, pengelolaan kelas, cara mengajar kreatif, dan lainnya. 4. Berdiskusi dengan Rekan Guru Bila Anda memiliki komunitas guru, Anda bisa mengajak rekan-rekan Anda untuk mengadakan diskusi, baik dengan cara mengadakan pertemuan secara langsung maupun secara online. Kegiatan ini bisa membuka pandangan baru dan saling memperkaya pengalaman serta pengetahuan bersama dengan sesama guru PAUD. 5. Melakukan Penelitian tentang Inovasi Pendidikan Terbaru Dengan teknologi digital, guru PAUD bisa melakukannya penelitian secara pribadi maupun berkelompok. Guru bisa mengunjungi situs-situs pendidikan atau mengunjungi situs-situs berita dengan topik pendidikan atau edukasi. 6. Merencanakan Proyek Menarik untuk Anak Didik Guru PAUD bisa merencanakan proyek yang menarik untuk anak didik, terutama proyek-proyek yang membutuhkan persiapan atau proses pengerjaan yang tidak singkat. Beberapa contoh proyek menarik untuk anak PAUD adalah membuat kompilasi gambar siswa PAUD, membuat video kompilasi cerita anak tentang kegiatan liburan, dan lainnya. 7. Mengikuti Program Pengembangan Profesi Guru PAUD Guru PAUD bisa mendaftar dalam program pengembangan profesi yang banyak ditawarkan oleh lembaga-lembaga pendidikan. Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kompetensi, kualifikasi, dan keterampilan dalam bidang pendidikan. 8. Mengembangkan Keterampilan Digital Guru perlu tekun mengeksplorasi aneka media mengajar terbaru dan berbasis digital agar mampu mengikuti selera anak-anak didik. Bagaimanapun siswa akan semakin tertarik untuk belajar dengan media yang sering ia gunakan dalam keseharian. Kembangkan Keterampilan Digital Anda bersama Gamelab.id. Ada program khusus untuk para guru dan anak-anak.   9. Mengadakan Evaluasi Pribadi Guru perlu memahami hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan dalam proses belajar mengajar. Guru PAUD juga perlu semakin memahami apa yang menjadi kebutuhan anak-anak didiknya, baik siswa secara pribadi lepas pribadi maupun secara komunal. 10. Mengembangkan Soft Skills Beberapa soft skills yang bisa dikembangkan guru PAUD di zaman sekarang adalah keterampilan menggunakan media edukasi terbaru, keterampilan public speaking, keterampilan seni kerajinan tangan, dan lainnya. 11. Berkolaborasi dengan Sesama Guru dan Profesional Lainnya Dengan berkolaborasi dengan sesama guru dan profesional lainnya guru bisa mengadakan aneka acara menarik bersama, misalnya mengadakan workshop, seminar, pelatihan, atau sekedar berbagi ilmu. KABI (Kisah Teladan Nabi): Media Animasi Video untuk Mengembangkan Karakter Anak Didik   12. Mengembangkan Program Ekstrakurikuler Terbaru Guru bisa membuat perencanaan kegiatan latihan atau acara yang semakin menarik dalam sebuah program ekstrakurikuler, misalnya mengadakan pertunjukan dan hal-hal yang bisa dikembangkan dari pertunjukan yang pernah dilakukan sebelumnya. 13. Mengembangkan Pembelajaran yang Berdiferensiasi Metode pembelajaran ini menitikberatkan pada ragam gaya belajar siswa yang unik. Guru perlu merencanakan ragam aktivitas yang mampu mengembangkan semua potensi siswa yang berbeda-beda, sehingga semua siswa bisa semakin menikmati pembelajaran dan semakin berkembang sesuai potensinya. 14. Menyusun Materi Pembelajaran Kolaboratif dengan Sesama Guru Saat siswa sudah masuk kelas, biasanya guru sudah sibuk sendiri-sendiri. Namun, bila guru sudah saling berdiskusi, dengan mengambil sedikit waktu liburan, maka guru bisa membuat perencanaan pembelajaran kolaboratif dengan sesama guru. Kolaborasi dalam mengajar bisa membuat pembelajaran menjadi semakin hidup, kreatif, dan variatif. 15. Menulis Artikel Banyak guru memiliki pekerjaan sampingan sebagai seorang penulis. Belajarlah menulis dengan menulis pada blog-blog atau media sosial pribadi. Siapa tau artikel yang Anda tulis bisa menjadi viral dan diminati banyak orang, sehingga membuka peluang untuk bisa menjadi seorang penulis profesional. Setiap guru adalah pembelajar abadi. Manfaatkan setiap waktu luang untuk belajar dan terus belajar aneka ilmu pengetahuan dan keterampilan yang baru. Semoga aneka aktivitas di atas bermanfaat bagi guru-guru PAUD di Indonesia. Sumber Referensi: 1. Freepik.com. (2022). Potrait young female teacher suit with notepad [1] 2. Resumecat.com (2022). Skills [2] 3. Esparklearning.com. (2023). 10 Skills rated most important for kinder teachers [3]